Beberapa tahun terakhir, fenomena sound horeg—parade atau pertunjukan audio berskala masif dengan dentuman bass ekstrem—marak mewarnai berbagai perayaan lokal di Indonesia. Suara gemuruh yang menggetarkan kaca rumah, meretakkan atap, hingga membuat dada bergetar hebat ini kerap memicu perdebatan hangat. Di satu sisi, sound horeg dianggap sebagai bentuk ekspresi seni, hiburan rakyat yang meriah, serta pendorong ekonomi kreatif lokal. Namun di sisi lain, fenomena ini tidak jarang memicu keluhan terkait gangguan ketertiban, kerusakan fasilitas, dan risiko kesehatan.
Lantas, bagaimana masyarakat dan pemangku kepentingan seharusnya bersikap dalam menghadapi fenomena ini?
Menimbang Dua Sisi Fenomena
Untuk menyikapi sound horeg secara objektif, penting untuk memahami dua sudut pandang yang melatarbelakanginya:


Jadilan yang pertama memberikan komentar!